Cara Membuat Puisi Dengan Baik Paling Lengkap

Cara Membuat Puisi Dengan Baik - Sahabat yang budiman, pada kesempatan ini saya akan membahas tentang cara membaca puisi dengan baik. Simak ya penjelasannya di bawah ini:

Cara Membuat Puisi Dengan Baik  Paling Lengkap
Cara Membuat Puisi Dengan Baik  Paling Lengkap


Cara Membuat Pusi 

1. Lafal, yaitu cara seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat bahasa dalam mengucapkan bunyi bahasa adapun yang dimaksud dengan bunyi bahasa, antara lain [a], [f], [c], [h], [u]. Pelafalan bunyi bahasa setiap orang sering kali berbeda dengan yang lainnya. Misalnya pelafalan huruf [e] bagi orang Aceh berbeda dengan orang Sunda.
Dalam melafalkan suatu bunyi tertentu haruslah jelas, bunyi tersebut tidak boleh tertukar dengan bunyi yang lain. Misalnya bunyi huruf [p] dengan [b], [k] dengan [h], atau [o] dengan [u].
Untuk melatih ketepatan dalam melafalkan bunyi bahasa kita harus sering-sering latihan mengucapkan bunyi-bunyi vokal atau konsonan secara cepat dan bervariasi. Dalam membacakan puisi, kita harus memperhatikan aspek pelafalan sehingga arti yang terkandung pada setiap katanya menjadi jelas. Terutama pada kata-kata yang bentuk pelafalanya hamper sama. Misalnya ada dengan apa, halus dengan harus, lupa dengan rupa 

2. Tekanan, bagian berikutnya adalah tekanan yang artinya nada yaitu keras lunaknya pengucapan suatu kata. Tekanan berfungsi memberikan tekanan tertentu pada kata-kata tertentu, yaitu kata-kata yang ingin ditonjolkan agar pesan yang ingin disampaikan itu berbeda tekanannya atau untuk membedakan dengan kata yang lainnya. untuk lebih jelasnya simak contoh di bawah ini:

a. Pada bulan Juni, banyak terjadi hujan ( hujanya bukan pada bulan April atau bulan lainnya).
b. Pada bulan Juni, banyak terjadi hujan (hujannya bukan sedikit atau jarang)
c. Pada bulan Juni, banyak terjadi hujan (bukan longsor atau peristiwa lainnya)

3. Intonasi, adalah naik turunnya lagu kalimat ketika membaca puisi. Perbedaan intonasi tersebut dapat menghasilkan jenis kalimat yang berbeda, yakni kalimat berita, kalimat tanya, kalimat perintah, atau kalimat seru. Penggunaan intonasi dalam berpuisi sangat penting agar pembacaannya itu tidak monoton sehingga pendengar pun lebih tertarik. Intonasi juga berguna untuk membedakan atau memperjelas maksud dari setiap lariknya.

Oleh karena itu sebelum membaca teks puisi kita perlu menandainya misalnya dengan garis menanjak atau menurun. Dengan cara demikian akan memudahkan kita membedakan setiap intonasi  setiap lariknya, ketika membacakan puisi. Perhatikan contoh:

Tak ada yang lebih bijak 

Dari hujan   bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya 

yang ragu-ragu di jalan itu

4. Jeda, yaitu  tempat pemberhentian sementara ketika kita membacakan puisi, jeda sangat berpengaruh pada jelas tidaknya maksud suatu kata atau larik. Dalam penggunaannya, jeda dikelompokkan ke dalam tiga jenis yaitu, jeda pendek, jeda sedang, dan jeda panjang.

a. Jeda pendek, digunakan antarkata dalam satu larik.
b. Jeda sedang, digunakan pada bagian-bagian larik yang bertanda koma atau antarfrase.
c. Jeda panjang, digunakan pada pergantian larik.

Perhatikan contoh berikut:



5. Ekspresi yaitu pengungkapan gagasan atau maksud, ataupun perasaan dengan menggerakkan anggota badan, wajah/air muka. Ekspresi juga sangat penting untuk mengungkapkan  atau memperkuat arti ketika kita membacakan puisi. Ekspresi dapat kita nyatakan dengan berbagai cara yaitu sebagai berikut:

a. Tatapan mata,
b. Bentuk bibir 
c. Anggukkan / gelengan kepala
d. Gerakan tangan dan 
e. Hentakan kaki

Bahkan semua anggota badan dapat kita memanfaatkannya untuk sarana pengekspresian gagasan, maksud yang terkandung dalam puisi. Oleh karena itu kita harus dapat memahami dengan baik isi puisi tersebut dengan baik, bayangkan pula bahwa kita seolah-olah menjadi pelaku yang mengalami peristiwa tersebut. 
Bayangkan pula benda-benda dan suasana yang tergambar dalam puisi itu  di depan kita. Hendaknya kita juga merasakan dinginnya air hujan, panasnya mentari,  ramainya kota, atau sunyinya suasana di pedesaan.
Lepaskan semua dengan bebas segala asa dan pikiran kita yang telah merasuki jiwa kita. Wakilkan semuanya melalui warna, raut muka, dan gerak tubuh. Dengan demikian, pesan dalam puisi tidak hanya diwakili kata-kata, tetapi juga tubuh kita pun turut menyuarakannya: kepiliuan, kegelisahan, kegundahan, dan harapan serta segala rasa yang ada.

Demikialah penjelasan tentang cara membuat puisi semoga dapat bermanfaat .Terimakasih


0 Response to " Cara Membuat Puisi Dengan Baik Paling Lengkap"

Post a Comment

Apa tanggapan anda tentang artikel diatas?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel