Pengertian Dan Jenis Paragraf Lengkap Beserta Contohnya

Pengertian Dan Jenis Paragraf Lengkap - Halo sahabat pembaca semua,apa kabarnya?tetap semangat belajar yah Pada kesempatan yang baik ini penulis akan mengajak kembali sahabat semua untuk mengulas apa itu Paragraf,jenisnya,ciri-cirinys,lengkap beserta contohnya.
Terkadang secara tidak langsung dalam keseharian, kita sering sekali membuat sebuah pargaraf,namun kita tidak menyadarinya. Untuk kali ini marilah kita belajar tentang Paragraf.

Pengertian Dan Jenis Paragraf Lengkap Beserta Contohnya
Pengertian Dan Jenis Paragraf Lengkap Beserta Contohnya


A.Pengertian Paragraf

Paragraf merupakan kumpulan kalimat yang saling berkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain,terbentuk dari kata demi kata sehingga menjadi sebuah paragraf. Paragraf juga disebut sebagai karangan atau cerita singkat, karena dalam bentuk inilah penulis akan menuangkan ide,pikiran adan gagasanya sehingga membentuk suatu topik atau tema pembahasan.Pada 1 paragraf terdapat beberapa bentuk kalimat, kalimat-kalimat itu disebut kalimat pengenal, kalimat utama (kalimat topik), kalimat penjelas, dan kalimat penutup. Kalimat-kalimat ini terangkai menjadi satu kesatuan yang dapat membentuk suatu gagasan/topik. Panjang pendeknya suatu paragraf dapat menjadi penentu seberapa banyak ide pokok paragraf yang dapat diungkapkan. terdapat paragraf induktif dan deduktif.

B.Jenis-jenis Paragraf

Paragraf memiliki jenis-jnis sebagai berikut:

1. Paragraf Narasi

Paragraf Narasi adalah paragraf yang menceritakan cerita/ isi kejadian secara berurutan dari awal hingga akhir.
Paragraf narasi kejadian adalah paragraf  ang menceritakan sebuah kejadian atau peristiwa. Paragraf narasi runtut cerita adalah paragraf yang  di kembangannya dimulai dari urutan tindakan atau perbuatan yang menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Pada paragraf narasi terdapat alur cerita, tokoh, setting dan konflik, paragraf narasi juga tidak memiliki kalimat utama.

Contoh paragraf narasi: 
Saat mobil anak sulungnya meluncur kembali kerumah,Pak Narto tampak pasrah dan bersandar lesu,sementara istrinya tidak ada bersamanya.mobil berhenti didepan rumah.Lalu anak cucumya menyambut pak narto. Sementara anak sulungnya mendorong kursi roda pak narto masuk kedalam rumah.

Paragraf narasi juga dapat dibedakan menurut jenis ceritanya, yaitu:

Narasi Ekspositoris ialah jenis narasi yang berisikan kumpulan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca akan mengetahui peristiwa itu secara tepat dan jelas
.
Contoh paragraf narasi ekspositoris: 

Pagi itu,diana bersama teman-temanya menari dengan begitu bagus,anatara satu dan lainya begitu kompak dan sangat luwes menari tari sembah. Dengan diiring musik menambah semarah pesta pagi itu,semua sanak keluarga dan tamu undangan begitu  gembira dan tak sabar menanti rombongan calon mempelai pria. Tidak lama kemudian Romli beserta keluarga dan rombongan datang dengan diiring musik,acar pagi itu benar-benar sangat ramai.

Narasi Sugestif ialah narasi yang hanya menceritakan suatu hasil rekaan, khayalan, atau imajinasi seorang pengarang. Jenis karangan ini dapat dilihat pada roman, cerpen, hikayat, dongeng, dan novel. Narasi sugestif selalu melibatkan daya khayal atau imajinasi karena sasaran yang akan dicapai yaitu kesan terhadap peristiwa yang terjadi dalam cerita.

Contoh paragraf narasi sugestif:

Segrombolan perampok yang terkenal bahkan ditakuti oleh rakyat malpatih,terkenal memiliki ilmu kanuragan yang ulung,dengan cepat segrombolan perampok itu menghentikan kuda seorang pengembara,yang tak lain ia adalah putra dari seorang raja,namun mereka tak mengetahuinya,mereka pun mengayunkan pedang pamungkasnya pada pengembara itu namun dengan seketika putra raja itu berubah menjadi 7,kontan saja perampok itu kebingungan,karena setiap kali ia mengayunkan pedangnya putra rajapun berubah lagi dan lagi,hingga meraka pun akhirnya lari.

2. Paragraf Deskripsi

Paragraf Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan kata-kata yang mampu merangsang indra pembaca seolah olah mereka merasakan .yang Artinya penulis ingin membuat pembaca melihat, mendengar maupun merasakan apa yang sedang mereka baca dari paragraf tersebut.

Contoh Paragraf Deskriptif:
Kenangan itu masih begitu melekat dibenakku,dimana ketika aku masih berada dibangku kuliah,3 tahun silam,aku bersama teman-temanku,kerap kali mengunjungi salah satu taman yang ada dikota itu,Yah,Karang wangi nama taman itu,disana begitu banyak sekali jenis-jenis bunga,tempat-tempat bermain,sejauh mata memandang hanya ada bunga yang bermekaran semerbak mewangi,kupu-kupu yang berterbangan dan hinggap dibunga  itu membuat pemandangan benar-benar menajubkan,tak hanya itu disekeliling taman banyak sekali kursi-kursi yang sengaja dibuat untuk menikmati keindahan taman,banyak sekali pengunjung yang berdatangan,apa lagi di waktu sore hari merupakan momen yang sangat cocok sekali untuk berkunjung dan menikmati keindahan taman .

Ciri-ciri paragraf deskriptif ialah:
  1. Menggambarkan atau melukiskan suatu benda, tempat,kondisi atau kondisi tertentu.
  2. Penggambaran dilakukan dengan menggunakan panca indra pembaca (pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan).
  3. Tujuannya supaya pembaca seolah-olah melihat atau merasakan sendiri objek yang dideskripsikan dalam cerita tersebut.
  4. Menjelaskan ciri-ciri objek seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek secara gamblang agar mudah untuk dipahami.Didalam paragraf deskriptif terdapat pola pengembangan paragraf, yaitu:
Pola Sudut Pandang   adalah pola pengembangan yang berdasarkan pada kondisi penulis saat menggambarkan/menceritakan sebuah objek. Pola sudut pandang terbagi lagi menjadi 2 yaitu:
  • Pola Subjektif adalah pola yang menggambarkan objek/tempat sesuai penafsiran dengan disertai kesan atau opini dari penulis.
  • Pola Objektif adalah pola pengembangan paragraf deskripsi dengan cara menggambarkan objek secara natural tanpa disertai pendapat dari penulis.
3. Paragraf Eksposisi

Paragraf Eksposisi Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan suatu topik/gagasan kepada pembaca dengan tujuan untuk memberikan informasi sehingga dapat memperluas pengetahuan pembaca. Agar dapat memahaminya  pembaca perlu melakukan proses berpikir dan menggunakan pengetahuan.


Ciri-ciri paragraf eksposisi:
  • Memaparkan suatu definisi,memaparkan langkah-langkah, metode atau melaksanakan suatu tindakan.
  • Gaya penulisan yang digunakan bersifat informatif.
  • Menginformasikan/menceritakan sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh alat indra.
  • Paragraf eksposi bisanya menjawab pertanyaan apa, siapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana.

Contoh Paragraf Eksposisi:

Sejak zaman dulu,nenek moyang kita telah mengenal cacing kalung dan manfaatnya bagi manusia,manfaat cacing kalung tersebut sebagai obat penyakit tipes, cacing kalung inipun tak mudah kita temukan dizaman sekarang ini,namun zaman nenek moyang kita dulu masih mudah untuk mendapatkannya.
Cara membuat obat dengan cacing kalung ialah dengan cara dibunuh dicuci sampai bersih kemudian dibakar,lalu dicampur dengan air dan minum.

4. Paragraf Argumentasi
Paragraf Argumentasi adalah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat seorang penulis dengan disertai bukti dan fakta ( yang benar-benar terjadi). Tujuannya adalah agar pembaca mempercayai bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.

Ciri-ciri paragraf argumentasi, yaitu:
  1. Menjelaskan suatu opini agar pembaca merasa yakin.
  2. Memerlukan fakta untuk membuktikan tulisannya biasanya berupa gambar/grafik, dll.
  3. Mencari sumber ide dari pengamatan, pengalaman dan penelitian.
  4. Penutup berisikan kesimpulan.


Jenis-jenis paragraf argumentasi:
  1. Pola Analogi 
  2. Pola Generalisasi (pola umum) 
  3. Pola Hubungan Sebab Akibat 

Paragraf Persuasi
Paragraf Persuasi adalah suatu bentuk karangan yang bertujuan untuk mengajak para pembaca agar besedian berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Supaya tujuannya dapat tercapai, penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan data dan fakta.

Ciri-ciri paragraf persuasi, yaitu:
  1. Persuasi berasal dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
  2. Harus menimbulkan keyakinan para pembacanya.
  3. Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan antara penulis dengan sipembaca.
  4. Persuasi sebisa mungkin menghindari masalah agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.
  5. Persuasi membutuhkan fakta dan data.
Demikianlah Pengertian Dan Jenis Paragraf Lengkap Beserta Contohnya,semoga dapat bermanfaat. Terimakasih


0 Response to "Pengertian Dan Jenis Paragraf Lengkap Beserta Contohnya"

Post a Comment

Apa tanggapan anda tentang artikel diatas?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel