Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Paling Lengkap

Hallo sobat semua kalian pasti pernah membaca sebuah cerpen, nah kali ini penulis akan menceriakan sebuah kiah yang mungkin patut kita jadikan contoh atau peringatan agar apa yang akan kita lakukan di dunia ini haruslah berhati-hati apa lagi itu termasuk barang yag berharga  bagi kita. Cerpen adalah salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk beluknya melalui tulisan pendek dan singkat, yang biasanya berfokus pada satu tokoh saja dan tidak ada pengembangan cerita, disamping itu cerpen juga termasuk cerita fiktif. Baik sekarang simak cerpen tentang “Sesuatu Yang Hilang” di bawah ini. 


Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Paling Lengkap
Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Paling Lengkap

SESUATU YANG HILANG
                                                                                                              Karya: Ibrahim Hartono

Aku bersekolah di SMP N 1 Way Tuba ketika aku duduk  di kelas satu, aku mempuyai teman yang bernama Andi, Aida, Yunizar mereka bertiga adalah sahabat akrabku di sekolah. Pada suatu hari kami berencana akan melakukan heking  bersama-sama di daerah Way Mencar, Kecamatan Way Tuba Kab. Way Kanan-Lampung. Adapun kegiatan yang akan kami lakukan disana adalah mengikuti kegiatan mingguan pramuka yaitu persami. Banyak sudah kegiatan yang kami ikuti, setiap ada kegiatan pramuka seperti sekarang ini, karena kami semua bergabung  menjadi satu dari setiap kampung yang ada di kecamatan Way Tuba. Aku dan Andi sedang menyiapkan tenda untuk kami tempati nanti, demikian juga dengan kedua temanku Aida dan Yunizar.

Akhirnya tenda kami pun telah berdiri tegak, sekarang sudah siang, jarum jam di tanganku menunjukkan angka 12.00 wib, aku merasa sangat lapar sekali setelah dengan susah payah mendirikan tenda dari pagi sampai siang, apalagi pada hari itu cuacanya sangat terik sekali hingga menyebakan kulitku terbakar seperti ikan asin. Tak disangka temanku Yunizar berlari-lari kecil menghampiriku sambil membawa makanan dan minuman untuk kami berdua. Yunizar pun berkata “teman-teman ini nasi kalian beserta minumannya jangan lupa dimakan yaa” ntar kelaperan. Kami berdua pun segera menyatap makanan yang telah di bawa oleh Yunizar tadi, alangkah nikmatnya makan siang waktu itu walaupun hanya makan nasi dan tempe ditambah sambel dan beberapa lalapan,  tapi saya merasakan sangat nikmat dan menikmati  sekali dan  menyatapnya hingga habis tak bersisa. Satelah selesai makan siang kami pun bermaksud mencari kayu di hutan untuk persiapan memasak untuk sore dan malam hari nanti.

Terkumpul sudah kayu yang kami cari “mudah-mudahan cukup untuk sampai besok kataku dalam hati”, aku dan teman-temanku sangat menikmati sekali kemah kali ini karena kami mendapatkan pengalaman baru teman baru dan suasana baru.

Terlepas dari semua itu, aku dan Yunizar tak sengaja hampir bersamaan mandi di tempat pemandian karena memang disana terdapat tempat pemandian yang cukup menyenangkan untuk menyegarkan kulit, dan tubuh, airnya jernih dan bersih sehingga menambah sejukny di tempat pemandian. Tiba-tiba aku mendengar teriakan Yunizar, lekas aku cepat-cepat menghampirinya dan bertanya “ada apa Yuni, apa yang terjadi” kemudian Yunizar pun memberitahu bahwa cincin kesayangan pemberian ibunya hilang dan Tenggelam di tempat pemandian.

Aku pun berusaha mencarinya sambil menyelam di air yang ternyata cukup dalam kurang lebih sekitar 4 meter. Sudah satu jam lamanya aku mencari cincin punya temanku itu tapi ternyata tidak ketemu juga, walapun telah dibantu oleh yang lainnya tapi masih tidak ketemu. Aku pun berkata pada Yunizar “sudah lah Yun ikhlaskan saja cincinmu itu, karena saya dan teman-teman sudah mencarinya tapi tidak ketemu juga apalagi arus di bawah sana cukup deras” aku mencoba menghiburnya, agar ia tidak bersedih karena hilangnya cincin kesayangannya. Singkat cerita Yunizar pun menangis karena kehilangan  cincin pemberian ibunya itu, karena cincin itu lah sebagai pengingat dia terhadap ibunya karena perlu diketahui bahwa ibunya Yunizar tidak ada lagi, ibunya sudah meninggal sekitar tiga tahun yang lalu karena sakit. Ibunya berpesan agar dapat menjaga dengan baik cincin yang telah diberikan kepadanya, karena ibunya tidak bisa memberikan apa-apa selain cincin itu, kini dia merasa sangat bersalah karena telah menghilangkan cincin itu dan tak ada lagi yang dapat menggantikanya.

Akhirnya aku dan teman-temanku pulang dari tempat perkemahan, aku berjanji dalam hati akan menjaga Yunizar selalu dan akan membuatnya bahagia dan senang. Karena apa yang dirasakan Yunizar tersebut persis seperti kejadian yang pernah ku alami yaitu kehilangan sesuatu yang aku sayangi.
… Selesai …

Demikianlah materi yang dapat penulis berikan,semoga dapat bermanfaat. Terimakasih


0 Response to "Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Paling Lengkap"

Post a Comment

Apa tanggapan anda tentang artikel diatas?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel