Penjelasan Tentang Estetika Puisi dan Contohnya Paling Lengkap

Penjelasan Tentang Estetika Puisi dan Contohnya - Hai sob, kali ini penulis akan membahas unsur estetika yang ada dalam puisi, karena puisi akan terlihat indah jika mengandung unsur estetika di dalamnya. 

Penjelasan Tentang Estetika Puisi dan Contohnya Paling Lengkap
Penjelasan Tentang Estetika Puisi dan Contohnya Paling Lengkap

Pengertian Estetika

Estetika adalah nilai keindahan yang terkandung dalan suatu puisi, oleh karena itu Kepuitisan puisi dapat dicapai dengan beberapa langkah, simak penjelasannya sebagai berikut:

a. Dengan bunyi 

Dalam puisi bunyi dipergunakan sebagai orkestrasi, yaitu untuk menimbulkan bunyi musik. Bunyi  vokal dan konsonan disusun sedemikian rupa agar menghasilkan bunyi yang indah, merdu dan berirama seperti bunyi musik. Adapun kombinasi yang biasa digunakan adalah:

1. Efoni (euphony): bunyi yang indah, bunyi ini menggambarkan perasaan mesra, kasih sayang, cinta, dan hal yang menggembirakan. Kombinasu bunyi a, i, e, u, o, dengan b, d, g, j, r, l, dan m, n, ng, ny.  Perhatikan unsur bunyi pada contoh puisi berikut:

Ada Tilgram Tiba Senja
WS. Rendra
Ada tilgram tiba senja
dari pusar kota yang gila
disemat di dada bunda
….


2. Kakafoni (cachophony),adalah bunyi  yang tak merdu, parau, penuh dengan bunyi k, p, s, r. Kalau kita banyak menggunakan huruf itu maka akan menimbulkan suasana tidak menyenangkan, kacau, tak teratur, dan memuakkan. Perhatikan contoh pusis berikut:

Sodom dan Gormorha

Subagio Sastrawardoyo

Tuhan
tertimbun
di balik surat pajak
berita politik
pembagian untung
dan keluh tangga kurang air
….

b. Dengan bentuk visual

Visual yaitu pada saat kita menulis puisi disusun dengan bait yang indah dan bentuk atau tifografi puisi yang tersusun rapi dan afik, sehingga menambahkan keindahan puisi tersebut.

c. Dengan irama

Irama adalah pergantian turun naik, panjang pendek, keras lembut ucapan bahasa dengan teratur, ketika kita membaca puisi. Contoh:

Keharuan
Subagio S

Aku tak terharu lagi
sejak bapak tak menciumku di ubun
Aku tak terharu lagi
sejak perselisihan tak selesai dengan ampun
….

d. Dengan kata 

Sedangkan dengan pemilihan kata pada saat kita menulis sebuah puisi juga menentukan keindahan sebuah puisi misalnya mengunakan kata denotatif (arti sebenarnya) atau konotatif (arti tak sebenarnya/ tambahan).  Ataupun menggunakan Bahasa kiasan, meliputi perbandingan, metafora, perumpamaan, alegori, personofikasi dan lain-lain. Contoh:

Anak Molek
karya Rustam Efendi

Malas dan malu nyala pelita
Seperti meratap mencucuri mata

e. Dengan Gaya bahasa 

Gaya bahasa dalam puisi berfungsi untuk menghidupkan kalimat dan memberi gerak pada kalimat. Sehingga membuat puisi tersebut menjadi indah. Perhatikanlah contoh  gaya bahasa di bawah ini:

a. Pleonasme: yaitu keterangan yang berulang dengan kata sebelumnya, pada kata pertama. Contoh: naik menginggi, turun melembah jauh ke bawah,tinggi membukit, jatuh ke bawah.

b. Paralelisme: yaitu pengulangan isi kalimat yang tujuannya serupa. 
Contoh:  Segala  kulihat segala membayang
    Segala kupegang segala mengenang

c. Hiperbola: yaitu gaya bahasa yang melebih-lebihkan.
Contoh:  Jangan tentang aku lagi
    Nanti darahku jadi beku

d. Paradoks: yaitu menyatakan hal yang berlawanan antara fakta yang ada 
Contoh: Hidup yang terbaring mati

Demikianlah penjelasan yang bisa penulis sampaikan pada kesempatan ini,  semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semua. Amiin. Terimakasih

0 Response to "Penjelasan Tentang Estetika Puisi dan Contohnya Paling Lengkap"

Post a Comment

Apa tanggapan anda tentang artikel diatas?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel