Penjelasan Tentang Perkembangan Sistem Klasifikasi Pada Makhluk Hidup

Penjelasan Tentang Perkembangan Sistem Klasifikasi Pada Makhluk Hidup - Hai sahabat pembaca semua gimana kabarnya?” tentunya masih semangat dengan materi-materi selanjutnya. Pada kesempatan ini penulis akan mengajak sahabat pembaca  mengulas kembali materi mengenai perkembangan Sistem Klasifikasi Pada Makhluk hidup".

Langsung saja yuk simak ulasan berikut ini!

Penjelasan Tentang Perkembangan Sistem Klasifikasi Pada Makhluk Hidup
Penjelasan Tentang Perkembangan Sistem Klasifikasi Pada Makhluk Hidup


Pengertian Klasifikasi

Klasifikasi adalah suatu cara yang sistematis dalam mempelajari objek (misalnya makhluk hidup) dengan melihat persamaan dan perbedaan ciri makhluk hidup. Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi.


Perkembangan Sistem Klasifikasi

Pada awalnya, makhluk hidup dibedakan menjadi dua kingdom, yaitu kingdom tumbuhan (plantae) dan hewan (Animalia). Semua makhluk hidup yang mempunyai dinding sel dan dapat berfotosintesis merupakan kingdom tumbuhan. Sementara itu, makhluk hidup yang mampu berpindah tempat merupakan kingdom hewan. Pada sistem klasifikasi ini, jamur dikelompokkan ke dalam kingdom tumbuhan. Kemudian, diketahui bahwa jamur tidak berklorofil dan dinding sel nya mengandung kitin. Oleh karena itu, jamur dipisahkan menjadi kingdom tersendiri sehingga makhluk hidup dibedakan menjadi tiga, yaitu fungi (jamur), plantae, dan animalia.

Menurut Robert H. Whittaker menyempurnakan klasifikasi empat kingdom dengan mempertimbangkan tingkat makhluk hidup, sel, dan jenis nutrisi sehingga dikemukakanlah sistem limaa kingdom yang terdiri atas Monera, Protista, Fungi, Animalia, dan Plantae.

1. Kingdom Monera
Kingdom monera adalah makhluk hidup ber sel satu (uniseluler). Yang tidak memiliki membran inti (prokariota). Pada umumnya organisme ini berkembang biak dengan cara membelah diri. Anggota kingdom Monera meliputi bakteri dan ganggang biru (cyanobacteria). Bakteri ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan contoh nya:
  1. Escherichia coli, bakteri menguntungkan yang hidup di usus manusia.
  2. Lactobacillius casel, bakteri yang bermanfaat untuk pembuatan keju
  3. Salmonella typhosa, bakteri merugikanyang menyebabkan penyakit tifus
  4. Vibrio cholerae, bakteri merugikan yang menyebabkan penyakit kolera.

2. Kingdom Protisa
Protisa memiliki membran inti (eukariota), bersel tunggal, dan multiseluler. Protista dibedakan menjadi protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga atau ganggang), dan protista mirip jamur.

a. Protozoa
Berdasarkan alat geraknya, protozoa dibagi menjadi empat jenis, yaitu:
  1. Hewan berkaki semu (Rhizopoda), bergerak dengan kaki semu (pseudopodia). Contohnya: amoeba proteus dan entamoeba coli.
  2. Hewan berbulu cambuk (Flagellata), bergerak dengan bulu cambuk (flagela). Contoh: euglena viridis dan trypanosoma gambiense.
  3. Hewan berbulu getar (ciliata), bergerak dengan bulu getar (silia). Contoh: paramecium sp.
  4. Hewan berspora (sporozoa), tidak memiliki alat gerak dan berkembang biak dengan membentuk spora. Contoh: plasmodium sp.

b. Alga atau ganggang
Berdasarkan pigmen yang dikandungnya, alga dibedakan menjadi empat golongan, yaitu:
  1. Alga hijau (chlorophyceae)
  2. Alga merah (Rhodophyceae)
  3. Alga pirang (phaeophyceae)
  4. 4Alga kersik (chrysophyceae)

c. Protista mirip jamur
Protista mirip jamur terdiri atas jamur dan jamur lendir. Jamur air (oomycota) memiliki ciri menghasilkan oospora. Yaitu spora berdinding tebalnyang mampu bertahan di lingkungan yang buruk. Jamur lendir (myxomycota) memiliki ciri, yaitu fase vegetatifnya mampu bergerak seperti amoeba, serta berproduksi dengan menghasilkan spora.

3. Kingdom fungi
Kingdom fungi adalah berbagai macam jamur. Fungi memiliki membran inti, dinding sel terbuat dari zat kitin, tidak memiliki kloroplas sehingga tidak dapat berfotosintesis, dan ada yang uniseluler maupun multiseluler. Tubuh jamur tersusun dari benang-benang yang disebut hifa, kumpulan hifa disebut miselium, dan tubuh jamur disebut talus. 

Kingdom fungi dibagi menjadi empat kelas yaitu:
  1. Zigomycotina berkembang dengan zigospora.
  2. Ascomycotina berkembangbiak dengan askospora.
  3. Basidiomycotina berkembangbiak dengan basidiospora.
  4. Deuteromycotina, jamur yang belum diketahui alat perkembangbiakan nya.

4. Kingdom plantae
Plantae dibedakan menjadi:
  1. Lumut (bryophyta)
  2. Tumbuhan paku (pteridophyta)
  3. Tumbuhan biji (spermatophyta)

5. Kingdom animalia
Hewan memiliki ciri-ciri umum, yaitu dapat bergerak aktif, tidak memiliki dinding sel, dan tidak dapat berfotosintesis. Berdasarkan ada tidaknya tulang belakang. 

Hewan dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:

1. Invertebrata (hewan tidak memiliki tulang belakang, dibagi menjadi beberapa filum, yaitu: 
  • Porifera
  • Coelenterata
  • Platyhelminthes
  • Nematoda
  • Annelida
  • Arthropoda
  • Echinodermata
  • Mollusca

2. Vertebrata (hewan memiliki tulang belakang), dibagi menjadi limakelompok yaitu:
  • Super kelas pisces
  • Kelas amphibia
  • Kelas reptillia
  • Kelas aves
  • Kelas mammalia

Demikianlah Penjelasan tentang Perkembangan sistem klasifikasi pada makhluk hidup,semoga dapat bermanfaat dan dapa menjadi sumber belajar. Terimakasih


0 Response to "Penjelasan Tentang Perkembangan Sistem Klasifikasi Pada Makhluk Hidup"

Post a Comment

Apa tanggapan anda tentang artikel diatas?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel