Penjelasan Tentang Pribahasa Dan Klasifikasi Pribahasa Lengkap Beserta Contohnya

Penjelasan Tentang Pribahasa Dan Klasifikasi Pribahasa Lengkap - Hai sahabat pembaca semua. Pada kesempatan yang baik ini penulis akan mengajak kembali sahabat untuk mengulas materi mengenai Peribahasa.

Langsung saja yuk simak ulasan berikut ini!

Penjelasan Tentang Pribahasa Dan Klasifikasi Pribahasa Lengkap Beserta Contohnya
Penjelasan Tentang Pribahasa Dan Klasifikasi Pribahasa Lengkap Beserta Contohnya

Definisi Peribahasa

  1. Menurut Carvantes, peribahasa adalah kalimat pendek yang disarikan dari pengalaman yang panjang
  2. Menurut Bertrand Russel, peribahasa adalah kebijaksanaan orang banyak, tetapi kecerdasan seseorang.
  3. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan dan perumpamaan). Selain itu, peribahasa juga merupakan ungkapan atau kalimat ringkas, padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku.
  4. Menurut Poerwadarminta, peribahasa adalah kalimat atau kelompok perkataan yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan suatu maksud tertentu.

Peribahasa berasal dari kata “peri” yang berarti hal dan “bahasa” atau alat untuk menyampaikan maksud. Peribahasa pun dapat diartikan berbahasa dengan menggunakan bahasa kias. Dengan peribahasa seseorang akan lebih tegas, tetapi halus untuk mengeluarkan maksud dan pikiran. Penggunaan peribahasa dengan tepat memberi kesan bahwa seseorang tidak sedang mengejek sehingga orang tersebut tidak tersinggung. Seandainya kita berbicara terus terang kepada seseorang tentang tingkah laku orang yang suka mencuri dengan kata pencuri. Orang tersebut pasti akan tersinggung. Berbeda jika kita gunakan ungkapan panjang tangan  yang artinya sama dengan pencuri. Kemampuan mengolah dan memilih kata tersebut akan mempengaruhi hubungan komunikasi kita dengan orang lain.


Klasifikasi Peribahasa

Peribahasa memiliki beragam jenis. Jenis-jenis peribahasa meliputi: ungkapan, pepatah, perumpamaan, dan pemeo.

1. Ungkapan 
Kelompok kata bermakna kias disebut ungkapan. Ungkapan adalah perkataan atau kelompok kata (frasa) yang khusus dan maknanya telah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya. Ungkapan digunakan untuk menyatakan maksud dengan arti kiasan.  Menurut kata pembentuknya, ungkapan digolongkan menjadi seperti berikut:

a. Ungkapan dengan nama bagian tubuh
Contoh:
  • Dasar kepala batu! Sudah dibilang tidak boleh masih dilanggar.
  • Juragan Nino membuat warga sengsara karena mengisap darah dengan cara membungakan uang secara berlebihan.

b. Ungkapan dengan kata indra
Contoh: 
  • Untuk memberi kepuasan pelanggan, para penjaga toko harus selalu memasang muka manis. Muka manis = menarik hati
  • Wanita paruh baya itu memiliki sikap rendah hati meskipun ia memiliki kekayaan berlimpah. Rendah hati = tidak angkuh

c. Ungkapan dengan nama warnas
Contoh: 
  • Si jago merah meratakan pasar tradisional itu.  Jago merah = api
  • Perjanjian antara Fahmi dan Luki ditandai dengan surat perjanjian hitam di atas putih. Hitam di atas putih = dengan tulisan

d. Ungkapan dengan nama-nama benda alam
Contoh:
  •  Cristiano Ronaldo menjadi bintang lapangan pada turnamen sepak bola itu.                       Bintang lapangan = pemain terbaik

e. Ungkapan dengan nama binatang
Contoh:
  •  Meskipun telah dipermalukan, ia tetap datang ke pertemuan. Memang dia kulit badak.       Kulit badak = tidak tahu malu

f. Ungkapan dengan nama bagian tumbuh-tumbuhan
Contoh: 
  • Ia hidup sebatang kara karena ditinggal mati kedua orang tuanya. Sebatang kara = hidup seorang diri

g. Ungkapan dengan kata bilangan
Contoh:
  •  Kecantikan Indah tiada duanya .  Tiada duanya = tidak ada bandingannya
  • Permasalahan ini perlu diselesaikan dengan pertemuan empat mata.  Pertemuan empat mata=pertemuan hanya dua orang.

2. Pepatah
Menurut Poerwadarminta, pepatah adalah sejenis peribahasa yang mengandung nasihat atau ajaran yang berasal dari orang tua. Intinya, pepatah merupakan peribahasa yang berisi nasihat dan ajaran.

Contoh:
  • Air tenang menghanyutkan = orang pendiam, tetapi berilmu banyak.
  • Datang tampak muka, pergi tampak punggung = datang dengan baik, pergi pun harus dengan baik pula.
  • Nasi sudah menjadi bubur = perbuatan salah yang sudah terlanjur 

3. Perumpamaan   
Perumpamaan adalah jenis peribahasa yang berisi perbandingan. Perbedaan utama antara pepatah dan perumpamaan adalah penggunaan kata-kata eksplisit berikut.

a. Seperti
Contoh:
  • Seperti anak ayam kehilangan induk= suatu kaum/keluarga yang terpecah-pecah karena ditinggalkan oleh orang yang menjadi tempat bergantung. 
  • Seperti telur di ujung tanduk = dalam keadaan yang mengkhawatirkan
  • Seperti bulan dengan matahari = hal tentang orang yang sudah sepadan/sejodoh

b. Sebagai 
Contoh: 
  • Manis sebagai gula derawa = pasangan yang sangat serasi/cocok
  • Sebagai cendawan dibasuh = roman muka yang pucat pasi 

c. Laksana
Contoh: 
  • Laksana burung dalam sangkar = seseorang yang terikat oleh keadaan.
  • Laksana pahat dengan pemukul = perihal seseorang yang melakukan sesuatu dengan sempurna hanya bila mendapatkan pengawasan.

d. Bak; ibarat
Contoh: 
  • Ibarat kutu boleh ditelisik = sebagaimana rapatnya menyimpan perbuatan buruk, pasti akan diketahui juga
  • Bak manis putus talinya = perihal air mata yang terus menerus berderai

e. Bagai (kan)
Contoh:
  • Bagai dengan tebing = hal orang yang sangat kokoh bersahabat dan bertolong-tolongan.
  • Bagai bumi dengan langit = hal orang yang jauh sekali bedanya.
  • Bagai diiris dengan sembilu = hati yang sangat pedih.

f. Seumpama
Contoh:
  • Seumpama telur sesarang dierami induknya = anak yang maju dan sukses karena mendapatkan bimbingan dan didikan dari orang tuanya

g. Umpama
Contoh: 
  •  Umpama ayakan dawai = pekerjaan yang dilakukan tidak cermat

4. Pemeo  
Pemeo adalah jenis peribahasa yang dijadikan semboyan. Pemeo digunakan oleh seseorang untuk semboyan tertentu baik perkumpulan maupun perorangan. Karena digunakan untuk semboyan, pemeo berupa kata-kata singkat.

Contoh:
  • Patah tumbuh, hilang terganti
  • Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh
  • Sekali merdeka, tetap merdeka
  • Banyak kerja, sedikit bicara
  • Giat bekerja, pasti berjasa
  • Sekali hidup berarti, sudah itu mati
Demikian ulasan materi yang dapat penulis sampaikan mengenai peribahasa. semoga sahabat pembaca dapat menambah ilmu serta wawasan dan bisa bermanfaat untuk sahabat pembaca. Selamat bertemu di artikel selanjutnya .Terimakasih



0 Response to "Penjelasan Tentang Pribahasa Dan Klasifikasi Pribahasa Lengkap Beserta Contohnya"

Post a Comment

Apa tanggapan anda tentang artikel diatas?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel