Penjelasan Tentang Tujuh Sifat - Sifat Bahasa Paling Lengkap

Penjelasan Tentang Tujuh Sifat - Sifat Bahasa - Pembaca budiman pada artikel berikut ini penulis akan memaparkan tentang sifat-sifat bahasa yang dimilki oleh bahasa itu sendiri yang wajib harus kita ketahui, apalagi yang akan kita bahas adalah bahasa Indonesia, karena bahasa Indonesia harus kita junjung tinggi karena dia adalah bahasa persatuan Negara kita, apa jadinya Negara kita kalau tidak mempunyai bahasa persatuan tentunya bangsa kita akan terpecah belah. Sialahkan dismak ya penjelasannya di bawah ini:

Penjelasan Tentang Tujuh Sifat - Sifat Bahasa Paling Lengkap
Penjelasan Tentang Tujuh Sifat - Sifat Bahasa Paling Lengkap

Pada hakikatnya bahasa adalah bunyi. Adapun bunyi mempunyai irama, intonasi dan tempo, semua itu merupakan unsur yang membangun bahasa sehingga bahasa itu mengandung seni keindahan. Bahasa itu  adalah bunyi-bunyi yang diujarkan oleh penggunanya, bahasa juga dapat berkembang karena digunakan oleh manusia atau dengan kata lain manusia dapat mengembangkan bahasa karena manusia diberikan akal pikiran untuk mengembangkan bahasa tersebut.

Berdasarkan tulisan di atas penjelasan tentang sifat-sfat bahasa adalah seperti yang saya paparkan di bawah ini.

1. Bahasa itu Indah

Bahasa itu adalah bunyi, jika disusun menjadi kalimat akan menghasilkan bunyi vokal yang indah, yang tidak dimiliki oleh yang lainnya. sebagai contoh perhatikan kalimat di bawah ini yang mengandung bunyi-bunyi yang khas.

- “Hom pim pah alaihum gambreng” , susunan bunyi-bunyi kalimat tersebut tidak memiliki makna namun dapat dirasakan keidahannya. 
- “Yang penting, matikan yang gak penting” , selain indah ujaran tersebut juga terdapat pemahaman makna atau mempuyai arti tertentu. Bandingkan pula dengan kalimat gurindam berikut ini. Agar Anda lebih memahami!
- Tahu pekerjaan tak baik tapi dikerjakan,
Bukannya manusia yaitulah setan.

Perkumpulan laki-laki denga perempuan,
Disitulah setan puya jamuan.

Jika kamu bersifat dermawan,
Segala orang dapat kau lawan.

Jika kamu bersifat murah,
Segala manusia dating menyerah.

Demikian pembaca sekalian bahwa bahasa itu adalah indah karena dia merupakan permainan kata sehingga dia indah, menarik dan bermakna. Selain itu juga bahasa tidak monoton didalamnya terkandung intonasi, lirik-lirik yang afik dan indah serta ada tempo atau tekanan ketika kita mengucapkannya
Satu contoh lagi, coba sekarang anda ucapkan kata “Pergi… pergi?”  kata-kata tersebut jika kita ucapkan dengan intonasi yang berbeda maka akan menghasilkan makna yang berbeda bisa artinya jalan-jalan bisa juga artinya mengusir atau menyuruh pergi seseorang.

2. Bahasa itu manusiawi

Menurut Chomsky dlam Pateda (1990) dia berpendapat bahwa anak yang lahir ke dunia telah membawa potensi bahasa. Jika Anda memperhatikan perkembangan seorang anak dari sisi bahasanya Anda akan menemukan perkembangan bahasa sang anak. Mulai dari dia meracau, membunyikan suku kata, kata, hingga mereka belajar berbicara. Kejadian itu dapat Anda rekam sebagai bukti kebenarannya. Anda juga dapat mengamati perkembangan bahasa binatang.

Kalau kita perhatikan sejak lahir kambing atau sapi tidak pernah mengeluarkan bunyi yang berbeda, begitu juga dengan hewan yang lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hewan tidak memiiki bahasa sebagai alat komunikasi, mereka melakukan hubungan sesama jenis hanya berdasarkan insting kebinatangannya. Oleh karena itu kita sebagai manusia harus bersyukur karena diberi kelebihan oleh Yang Kuasa yaitu kelebihan akal pikran dan hawa nafsu. Munafiklah orang tersebut apabila mengingkari atas kebesaran dan keagungan-Nya.

3. Bahasa itu Produktif

Produktif berarti mampu menghasikan terus-menerus dan akan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru. Misalnya membentuk unsur fonem, vokal, kalimat dan sebagainya. Sebagai contoh fonem /a/ fonem ini mampu membentuk banyak kata-kata dengan menggabungkan dengan fonem yang lain seperti kata : apa, ada, acak, abu, asap, acar, dan lain-lain.

Sedangkan contoh kalimatnya seperti ‘Kami pagi membaca buku’ kalimat tersebut dapat diubah menjadi: membaca Koran kami pagi ini, pagi ini kami membaca koran, atau kami membaca koran pagi ini. Demikian contoh yang menunjukkan bahwa bahasa itu adalah produktif banyak contoh lain yang menunjukkan bahwa bahasa itu adalah produktif.

4. Bahasa itu Dinamis

Bahasa itu dinamis atau berkembang mengikuti zaman, bahasa mengikuti manusia yang senang akan hal-hal yang baru. Kita ambil contoh perkembangan bahasa Indonesia yang sudah mengalami beberapa perubahan yaitu; 1) ejaan Vanopusen berubah menjadi, 2) ejaan Suwandi, kemudian berubah lagi menjadi 3) ejaan yang disempurnakan terakhir berubah menjadi 4)Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Perhatikan beberapa perubahan ejaan dalam bahasa Indonesia di bawah ini:

No Ejaan
Vanopusen Suwandi          EYD

1 Soerabaja Surabaja          Surabaya
2 Boedjangan Budjangan  Bujangan
3 mentjoetji Menyuci          Mencuci

5. Bahasa itu Variatif

Bahasa memang milik manusia sehingga bahasa mengikuti apa yang didinginkan oleh manusia. Menurut Chaer dalam Muliastuti dan Krisanjaya (2007:1.10) bahwa ada tiga istilah yang perlu diketahui yaitu, ideology, dialeg, dan ragam. Ideolog adalah variasi  yang bersifat perseorangan. Dialeg adalah variasi yang digunakan oleh sekelompok orang. Sedangkan ragam adalah variasi bahasa yang digunakan pada situasi tertentu.

Terkadang kita bisa tahu  orang tersebut berasal daridaerah mana hanya dari dialeg seseorang ketika dia bicara.misalnya dialeg orang Jawa, Sunda, Batak, Madura dan lain-lain. Namun perlu anda ketahui seorang pengguna bahasa Indonesia apalagi dia warga Negara Republik Indonesia sebaiknya ketika dia bercakap-cakap dengan seseorang  agar dapat menggunakan Bahasa atau kalimat yang baik dan benar yang tidak terpengaruh oleh logat bahasa daerah masing-masing.

6. Bahasa itu Konvensional

Konvensi berarti bahwa bahasa itu merupakan kesepakatan bersama antar pengguna. Misalnya untuk mengucapkan vokal [a] diucapkan dengan /a/ bukan yang lain, akan tetapi orang inggris mengucapkannya dengan/ai/. Itulah kesepakatan, jadi tergantung orang atau sekelompok orang yang menggunakan bahasa tersebut.

7. Bahasa itu Arbitrer

Arbitrer mempuyai arti mana suka atau bebas. Dengan kata lain tidak ada kaitannya dengan benda yang disebutkan atau di bahasai misalnya untuk orang Jawa menyebut batu dengan [w a t u] untuk benda keras di alam. Penyebutan ‘watu’ atau batu  tersebut tidak didasari oleh suatu apapun, penyebutannya hanya berdasar kesepakatan bersama.
Jika ada benda-benda tertentu yang  memiliki hubungan dengan namanya itu pun disebabkan kesepakatan masyarakat setempat pengguna bahasa. Misalnya bunga bangkai, nama yang diberikan karena aroma bunga ini yang berbau bangkai, oleh penemunya orang Belanda yang berama Raffles maka buga ini diberi nama rafflesia.

Demikian pembahasan tentang sifat-sifat bahasa yang wajib kita ketahui, apabila ada kekurangan dalam pembahasan ini saran dan kritiknya sangat penulis harapkan.

0 Response to "Penjelasan Tentang Tujuh Sifat - Sifat Bahasa Paling Lengkap"

Post a Comment

Apa tanggapan anda tentang artikel diatas?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel