Nilai - Nilai Pacasila dalam Penyelenggaraan Pemerintahan

Nilai - Nilai Pacasila dalam Penyelenggaraan Pemerintahan - Halo sahabat pembaca semua?bagaimana kabarnya?semoga dalam keadaan sehat dan selalu tetap semangat belajar. Pada kesempatan kali ini penulis akan memberikanpenjelasan tentang"Nilai - Nilai Pacasila dalam Penyelenggaraan Pemerintahan" mari kita simak penjelasan dibawah ini;

Nilai - Nilai Pacasila dalam Penyelenggaraan Pemerintahan
Nilai - Nilai Pacasila dalam Penyelenggaraan Pemerintahan


Nilai - Nilai Pacasila dalam Penyelenggaraan Pemerintahan

1. Sistem Nilai dalam Pancasila

Sistem secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu rangkaian yang saling berkaitan antara nilai yang satu dan nilai yang lain. Jika kita berbicara saling berkaitan antara nilai yang satu dan nilai yang lain. Jika kita bicarakan tentang sistem nilai berarti ada beberapa nilai yang menjadi satu dan bersama-sama menuju pada suatu tujuan tertentu. Sistem nilai adalah konsep atau sebagian besar anggota masyarakat tentang apa yang dipandang baik. Pancasila sebagai nilai mengandung serangkaian nilai,yaitu,ketuhanan,kemanusiaan,persatuan,keadilan . Kelima nilai tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh,tidak terpisah mengacu kepada tujuan yang satu. Pancasila sebagai suatu sistem nilai termasuk kedalam nilai moral (nilai kebijakan) dan merupakan nilai-niai dasar yang bersifat abstrak.

2. Implementasi Pancasila

Pancasila yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan landasan bangsa Indonesia yang mengandung tiga tata nilaiutama,yaitu dimensi spiritual,dimensi kultural,dan dimensi Institusional . Dimensi spiritual mengandung mkna bahwa Pancasila mengandung nilai-nilai keamanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan keseluruhan nilai dalam falsafah negara. Hal ini termasuk pengakuan bahwa atas kemahakuasaan dan curahan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa perjuangna bangsa Indonesia merebut kemerdekaan terwujud . DImensi kultural mengandung makna bahwa Pancasila merupakan landasan-landasa falsafah negara,pandangan hidup bernegara,dan sebagai dasar negara. DImensi Institusional mengandung makna bahwa Pancasila harus sebagai landasan utama untk mencapai cita-cita ,tujuan bernegara dan dalam penyelenggaraan pemerintah.

Akualisasi nilai spiritual  dalam Pancasila tergambar dalam SIla Ketuhanan Yang Maha Easa. HAl ini bearti bahwa dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan tidak boleh meninggalkan prinsip keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,nilai ini menunjukan adanya pengakuan bahwa manusia terutama,terutama penyelenggaraan negara memiliki keterpautan hubungan dengan Sang penciptanyaa.Artinya ,didalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara negara tidak hanya dituntut patuh terhadap peraturan yang yang berkaitan dengan tugasnya,tetai juga harus dilandasi oleh satu pertanggungjawaban kepada Tuhan didalam pelaksanaan tugas. Hubungan manusia dan Tuhan yang tercermin di dalam sila pertama tersebut sesungguhnya dapat memberikan rambu-rambu agar tidak melakukan pelanggaran harta negara,dan prilaku negatif lainya. Nilai spiritual inilah yang tidak ada didalam doktrin good govermance yang selama ini menjadi panduan dalam praktek penyelenggaraan pemerintah di Indonesia masa kini.Nilai spiritual dalam Pancasila ini sekaligus menjadi nilai lokalitas bagi Bangsa Indonesia yang seharusnya dapa teraktualisasi dalam tata kelola pemerintahan.

Sila Kemanusian yang Adil dan Beradab,Sila persatuan Indonesia dan Sila Kerakyataan Yang di Pimpin oleh Hikmah kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan merupakan gambaran bagaimana dimensi kultural dan institusional harus dijalankan. Dimensi tersebut mengandung nilai pengakuan terhadap sisi kemanusian dan keadilan  yang nondiskriminatif,demokrasi berdasarkan musyawarah dan transparan dalam membuat keputusan dan terciptanya kesejahteraan sosial bagi semua tanpa pengecualian pada golongan tertentu. Nilai-nilai itu sesungguhnya jauh lebih luhur dan telah menjadi rumusan hakiki dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

Tiga nilai utama yang tertuang dalam pembukaan UUD NRI Tahun 1945 termasuk di atas harus senantiasa menjadi pertimbangan dan perhatian dalam sistem dan proses penyelenggaraan pemerintah dan pembangunana bangsa. Pancasila sebagai falsafah bangsa dalam bernegara merupakan nilai hakiki yang harus termanisfestasikan dalam simbol-simbol kehidupan bangsa. Dalam praktik penyelenggaraan pemerintah ,nilai  falsafah harus termanisfestasikan disetiap proses perumusan kebijakan dan implementasinya. Nilai Pancasila harus dipandang sebagai satu kesatuan utuh disetiap praktik penyelenggaraan pemerintah yang mengandung makna bahwa ada sumber-sumber spiritual yang harus dipertimbangkan dalam memberikan pelayanan kepada musyarakat agar tidak terjadi prilaku yang sewenang-wenang dan diskriminatif. Selain itu,nilai spiritualitas hendaknya menjadi pemandu bagi penyelenggaraan pemerintah agar tidak melakukan aktivitas -aktivitas diluar kewenangan dan ketentuan yang sudah digariskan.

Demikianlah penjelasan tentang "Nilai - Nilai Pacasila dalam Penyelenggaraan Pemerintahan" semoga dapat bermanfaat dan bisa menjadi refrensi belajar sahabat pembaca. Terimakasih

0 Response to "Nilai - Nilai Pacasila dalam Penyelenggaraan Pemerintahan"

Post a Comment

Apa tanggapan anda tentang artikel diatas?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel